Pengalaman dan Kisah Mistis Mendaki Gunung Argopuro
pada waktu akhir semester 3 tahun 2015 setelah UAS. Biasanya kebiasaan Mahasiswa Perantauan itu sebelum pulang kampung liburan semester traveling dulu biar ngga bosen karena 6 bulan stress belajar. Jadi perlulah di refresh. Dan pada saat itu teman2 ngajak liburan “Hiking” ke salah satu gunung terpanjang “track” Se-Pulau Jawa, yaitu Gunung Argopuro, Probolinggo, Jawa Timur. Gunung ini memiliki 3 puncak, yaitu puncak Rengganis (2.980) Mdpl, Puncak Archa, dan Puncak tertingginya adalah Puncak Argopuro (3.088) Mdpl. Untuk mencapai puncak tertinggi itu menghabiskan waktu kurang lebih 5 hari 4 malam (sumber google.com). Mendengar hal tersebut saya sempat memikirkan ikut atau tidak karena ini pengalaman pertama saya “Hiking”. Di Kalimantan aja ngga pernah apalagi di Jawa. Pada akhirnya saya mengambil keputusan untuk ikut “Hiking” karena rasa penasaran saya dengan tempat itu. Dan kami akhirnya memutuskan untuk “Hiking” tapi cuman sampai “Danau Taman Hidup” yg hanya memerlukan waktu sekitar 6-7 jam jalan kaki menuju kesana. Sebelum berangkat saya googling terlebih dahulu tentang gunung itu untuk mengetahui “track” nya seperti apa jenis tanahnya, dan yg paling penting adalah tentang mistis nya karena setiap gunung memiliki hal mistis yg berbeda. Menurut saya hal ini penting diketahui sebelum “Hiking” biar nggak terjadi sesuatu yg tidak diinginkan. Pada akhirnya saya mendapatkan informasi tentang mitos dan mistis gunung Argopuro ini yaitu sangat erat kaitannya dengan cerita Dewi Rengganis (Nama Putri Raja Brawijaya yg hidup pada masa kerajaan Majapahit), serta cerita masa lalu Cikasur yaitu savana maha luas yg ada di jalur pendakian Baderan. Tempat ini sangat cocok untuk camping dan tempat ini menjadi habitat hewan-hewan eksotik seperti Merak Hijau, Ayam Hutan, Rusa, dll. Dan Savana ini menyimpan sejarah pedih yaitu banyaknya kuburan massal masyarakat disana yg dikuburkan oleh Kompeni pada masa Kolonialisme Belanda dan savana ini dulunya adalah landasan pesawat para kompeni.
Dari googlingan saya juga menemukan informasi tentang larangan keras memetik bunga-bunga yg indah disana dan kalau dipetik maka bahaya akan datang. Jujur disana sangat banyak jenis bunga yg bagus dan tanaman liar lainnya. Waktu itu saya dan teman-teman berangkat dari Malang dengan rombongan sekitar 10 orang, dan realita tidak sesuai dengan yg sudah direncanakan yg rencananya jam 16.00 Sore tiba di posko ternyata tibanya jam 19.00 Malam. Selama satu jam istirahat dan berdiskusi dengan pengelola Basecamp Bremi akhirnya kami di perbolehkan “Hiking” sekitar jam 21.00 Malam dengan beberapa syarat seperti jangan sampai hilang konsentrasi saat berjalan, sedikit khawatir tapi terpaksa harus dilakukan biar bisa sampai ke tempat tujuan kalau nunggu pagi tidak memungkinkan keadaannya. Dan pada akhirnya fix “Hiking” Jam 21.00 Malam Jum’at dan di kasih pengelola peta jalan menuju Danau Taman Hidup dan nasehat dari beliau “Jika nanti kalian mengalami kesulitan atau masalah selama perjalanan “hiking” ingat lah aku” begitu seingat saya pesan bpak tersebut.
Sekitar setengah jam “hiking” kami hampir tersesat yaitu langkah kaki kami semua menuju suara air tanpa disadari dan itu ternyata sebuah jurang dan tiba-tiba si Bpak yg ada di pengelola basecamp tadi ada dibelakang kami dan memberitahu bahwa jalan itu salah dan memberitahu jalan yg benar, entah gimna caranya si bpak itu bisa menyusul kami yg pasti si bpak itu ada dan setelah itu bpak tersebut kembali. Pada saat “Hiking” rasa lelah sudah nggak ada lagi berubah menjadi rasa takut karena bejalan malam di tengah gunung dan sering hampir salah jalan menuju jurang, serta berbagai macam suara binatang yg didengar dan semakin ke atas suhunya semakin dingin. Pada akhirnya sampai di Danau Taman Hidup sekitar jam 03.00 pagi langsung pasang tenda dan istirahat menunggu matahari terbit. Dan pada akhirnya semua rasa lelah terbayar dengan pemandangan danau di tengah gunung yg luar biasa bagus, airnya tenang, jernih, dan samping kiri kanan ditumbuhi pohon dan tanaman liar. Natural banget pokoknya.
Pengalaman menarik “Hiking” yg mengesankan, bisa langsung berinteraksi dengan alam.






Komentar
Posting Komentar